Saham Jawara

Portal analisis saham dan investasi terpercaya
Analisis Saham

Saham HRUM, begini Rekomendasi UOB Kay Hian

Admin 04 September 2025 287 views
Saham HRUM, begini Rekomendasi UOB Kay Hian
UOB Kay Hian mempertahankan rekomendasi BUY dengan target harga 1260 dengan potensi upsize 34% dari harga saat ini 940

Harum Energy: Transformasi Besar dari Batubara ke Nikel dengan Potensi Keuntungan 115% di 2026

Harum Energy Tbk (HRUM IJ) sedang mengalami transformasi bisnis yang signifikan dari perusahaan tambang batubara menjadi pemain utama di sektor nikel. Meskipun mencatat hasil kuartal kedua 2025 yang lemah dengan laba bersih US$24 juta (turun 61% year-on-year), perusahaan memiliki prospek yang sangat menjanjikan dengan proyeksi pertumbuhan laba 115% di tahun 2026.

UOB Kay Hian mempertahankan rekomendasi **BUY** dengan target harga Rp1.260 per saham, memberikan potensi kenaikan 34% dari harga saat ini Rp940.

Performa Finansial Q2 2025

- Pendapatan: US$346 juta (+4,7% yoy, +15,9% qoq)

- Laba Bersih: US$24 juta (-61,2% yoy, +334,3% qoq)

- Penyebab Utama: Penurunan ASP (Average Selling Price) batubara sebesar 13,7% qoq

 

Hasil semester pertama 2025 menunjukkan laba bersih US$29,8 juta (-53% yoy), di bawah ekspektasi baik UOB Kay Hian maupun konsensus pasar. Namun, pertumbuhan sequential yang kuat di Q2 2025 menunjukkan tidak adanya beban penurunan nilai (impairment) sebesar US$13,7 juta yang tercatat di Q1 2025 dari divestasi Nickel Mines Limited.

Prospek Semester Kedua 2025: Stabilisasi dan Pemulihan

Meskipun hasil H1 2025 di bawah ekspektasi, UOB Kay Hian optimis terhadap kinerja H2 2025 karena beberapa faktor pendukung:

Faktor-Faktor Positif:

1. Stabilisasi Harga Batubara: Ekspektasi penguatan ASP batubara

2. Efisiensi Biaya Nikel: Penurunan biaya produksi dari penjualan awal PT Position (dimulai Juli 2025)

3. Tidak Ada Impairment: Tidak ada lagi beban penurunan nilai yang signifikan

Proyeksi Kinerja:

- Target Laba Bersih 2025: US$60 juta

- Implikasi H2 2025: US$30,4 juta (+2,3% HoH)

Katalis Pertumbuhan: Proyek Blue Sparking Energy (BSE)

Timeline dan Kapasitas

Proyek Blue Sparking Energy (BSE) merupakan katalis utama pertumbuhan HRUM dengan jadwal produksi komersial pada **Q1 2026**. Per akhir H1 2025, konstruksi telah mencapai **85%** dengan semua peralatan utama berhasil dipasang.

Kapasitas Produksi BSE:

- Mixed Hydroxide Precipitate (MHP): 67.000 ton per tahun

- Kobalt: 7.500 ton per tahun

Dampak Strategis:

Dengan beroperasinya BSE, kontribusi EBIT nikel diproyeksikan meningkat drastis dari 16,9% di 2024 menjadi 90,4% di 2027 (sebelum kepentingan minoritas).

Proyeksi Keuangan: Pertumbuhan Eksponensial di 2026

Target Kinerja 2026:

- Pendapatan: US$2,16 miliar (+61,7% yoy)

- Laba Bersih: US$129 juta (+115% yoy)

- Margin Bersih: 6,0%

Portfolio Bisnis Terintegrasi:

Operasi Nikel Utama:

1. PT Position (50,88%): Tambang nikel dengan sumber daya ~300 juta wmt, kadar 1,25%

2. WMI (40,97%): Kapasitas 56.000 ton nickel matte per tahun

3. IMI (50,77%): Kapasitas 28.000 ton NPI per tahun

4. BSE (25,89%): Kapasitas 67.000 ton MHP + 7.500 ton kobalt

Outlook Produksi: Tren Pertumbuhan Konsisten

Proyeksi Produksi 2025-2028:

- NPI (Infei): 28.000 ton konsisten per tahun

- Nickel Matte (WMI): 39.200 ton konsisten per tahun

- MHP (BSE): 53.600 ton (2026) meningkat ke 67.000 ton (2027-2028)

Penjualan Bijih Nikel:

- 2025: 4.300 ribu WMT

- 2026-2028: 7.000 ribu WMT (saprolite + limonite)

Analisis Sensitivitas: Faktor Risiko dan Peluang

Sensitivitas Harga Komoditas 2025:

- Batubara: Setiap penurunan 5% ASP = penurunan laba 17,3%

- Nikel: Setiap penurunan 5% ASP = penurunan laba 33,5%

Revisi Estimasi:

UOB Kay Hian melakukan penyesuaian proyeksi dengan menurunkan estimasi 2025-2026 terutama karena:

- Biaya impairment yang lebih tinggi

- ASP saprolite yang lebih rendah

- Ekspektasi biaya MHP yang lebih tinggi

Valuasi: Metode Sum-of-the-Parts (SOTP)

Breakdown Valuasi per Segmen:

- PT Position: US$187,3 juta

- WMI: US$184,0 juta

- Infei: US$224,6 juta

- BSE: US$351,8 juta

- Bisnis Batubara: US$106,2 juta

 

Total Valuasi: Rp17.073 miliar

Nilai per Saham: Rp1.263 (dibulatkan Rp1.260)

Posisi Pasar dan Perbandingan

Metrik Valuasi:

- 2026F EV/EBITDA: 2,1x (-1,8SD di bawah rata-rata 5 tahun)

- 2026F P/E: 4,9x

- P/B: 0,9x (2026F)

Data Saham (Per Agustus 2025):

- Harga Saham: Rp940

- Kapitalisasi Pasar: US$777 juta

- Saham Beredar: 13,31 miliar lembar

- Pemegang Saham Utama: Karunia Bara Perkasa (79,8%)

Kesimpulan dan Rekomendasi

Harum Energy berada di tengah transformasi strategis yang akan mengubah profil bisnisnya dari dominasi batubara ke nikel. Meskipun menghadapi tantangan jangka pendek dengan hasil H1 2025 yang lemah, perusahaan memiliki fondasi yang kuat untuk pertumbuhan eksplosif di 2026 dengan beroperasinya proyek BSE.

Poin-Poin Kunci:

1. Katalis Jangka Pendek: Operasi BSE Q1 2026

2. Proyeksi Pertumbuhan: Laba bersih +115% di 2026

3. Valuasi Menarik: Trading pada diskon signifikan vs rata-rata historis

4. Diversifikasi Produk: Portfolio terintegrasi dari upstream mining hingga downstream processing

Rekomendasi: BELI dengan target harga Rp1.260 (+34% upside)

 

*Investasi pada saham komoditas memiliki risiko tinggi terkait volatilitas harga dan siklus bisnis. Investor disarankan melakukan analisis mendalam dan berkonsultasi dengan penasihat keuangan sebelum mengambil keputusan investasi.*

Bagikan Artikel