Kinerja Q2 2025: Tertekan Grade Bijih Rendah
BRMS mencatat laba bersih Q2 2025 sebesar US$8,1 juta, naik 56,7% year-on-year (YoY) namun turun 45,3% quarter-on-quarter (QoQ). Penurunan kinerja kuartalan ini terutama disebabkan oleh:
- Volume produksi turun 22% QoQ akibat grade bijih yang melemah menjadi 1,4 g/t dari 1,6 g/t di Q1 2025
- Operasi pushback (penggalian lebih dalam untuk akses zona bijih baru) di tambang emas open pit River Reef di Poboya
- Royalti yang lebih tinggi yang menekan margin
Meski demikian, perusahaan masih diuntungkan oleh penguatan harga jual rata-rata (ASP) emas yang mencapai US$3.282 per ounce, naik 40,5% YoY dan 16,8% QoQ.
Semester I 2025: Pertumbuhan Core Profit Signifikan
Untuk keseluruhan semester I 2025, BRMS menunjukkan kinerja yang lebih baik dengan laba bersih mencapai US$22 juta (+136% YoY). Namun, angka headline earnings terdampak oleh beban non-recurring sebesar US$14 juta yang terdiri dari:
- Q1 2025: US$7,5 juta write-off komponen plant CIL yang sudah usang akibat upgrade plant 1
- Q2 2025: US$6,5 juta write-off dari proyek bauksit yang dihentikan
Setelah penyesuaian item-item one-off tersebut, core net profit semester I 2025 mencapai US$34,8 juta, melonjak 255,7% YoY - mencerminkan fundamental bisnis yang sesungguhnya kuat.
Outlook Operasional: Recovery di Q4 2025
Analis UOB Kay Hian, Benyamin Mikael, mencatat bahwa hasil semester I 2025 berada sedikit di bawah konsensus (~42%) namun sejalan dengan estimasi mereka (47,8%).
Key Operational Updates:
- Volatilitas grade berlanjut di Q3 2025 karena penambangan terbatas pada area selektif selama operasi pushback
- Recovery kualitas bijih diperkirakan di Q4 2025 setelah akses ke zona bergrade tinggi kembali tersedia di akhir Q3
- Produksi emas 1H25: 38.993 ounce (+45,8% YoY) dengan ASP US$3.045/ounce (+37,8% YoY)
Tambang Bawah Tanah: Katalis Pertumbuhan Jangka Panjang
BRMS terus membuat kemajuan steady dalam pengembangan tambang emas bawah tanah di Poboya, Palu - yang dipandang sebagai key long-term growth driver:
Progress Konstruksi:
- Portal akses telah selesai dibangun
- Terowongan decline sudah mencapai kedalaman lebih dari 200 meter
- Target operasi komersial: pertengahan 2027
- Kontraktor: Macmahon Indonesia
Potensi Dampak:
- Penambangan dan pemrosesan bijih bergrade tinggi (4,9 g/t) dimulai H2 2027
- Peningkatan signifikan produksi emas menjelang akhir 2027
- Lift production volume dan earnings profile secara material
Valuasi: SOTP Method Justifikasi Target Rp610
UOB Kay Hian menggunakan metode Sum-of-the-Parts (SOTP) untuk menetapkan target harga Rp610, yang merefleksikan:
Breakdown Valuasi SOTP:
- CPM (DCF): US$2.131 juta
- GM (Gold) EV/Resources: US$1.172 juta
- GM (Copper) EV/Resources: US$1.001 juta
- Linge Minerals: US$57 juta
- Suma Heksa: US$444 juta
- Dairi Prima Minerals: US$400 juta
- Total Equity Value: US$5.206 juta
- NAV per saham: Rp609, disesuaikan menjadi Rp610
Target harga ini mengimplikasikan 54,5x 2025 EV/EBITDA, mencerminkan premium valuasi untuk growth story yang solid.
Proyeksi Keuangan: Pertumbuhan Earnings Berkelanjutan
Financial Highlights (Proyeksi UOB Kay Hian):
| Metrik | 2024 | 2025F | 2026F | 2027F |
|---|---|---|---|---|
| Revenue (US$m) | 162 | 245 | 290 | 358 |
| EBITDA (US$m) | 51 | 101 | 121 | 162 |
| Net Profit (US$m) | 24 | 46 | 51 | 70 |
| EPS (US$ cent) | 3 | 5 | 6 | 8 |
| EBITDA Margin (%) | 31,6 | 41,3 | 41,6 | 45,3 |
Growth Trajectory:
- Revenue CAGR 2024-2027: 30,1%
- EBITDA CAGR 2024-2027: 46,9%
- Net Profit CAGR 2024-2027: 42,8%
Investment Thesis: Solid Long-Term Growth Story
Meskipun menghadapi headwind jangka pendek dari volatilitas grade bijih, UOB Kay Hian melihat beberapa faktor pendukung investasi di BRMS:
Strength Factors:
- Solid earnings growth potential selama 4 tahun ke depan
- Underground mine project sebagai key growth catalyst mulai 2027
- Potential reserve additions dan monetisasi tambang Gorontalo
- Strong operational progress dalam pengembangan infrastruktur tambang bawah tanah
- Benefit dari higher gold prices di tengah ketidakpastian geopolitik global
Risk Factors:
- Continued grade volatility hingga Q4 2025
- Execution risk pada proyek tambang bawah tanah
- Commodity price fluctuation yang dapat mempengaruhi profitabilitas
- Regulatory and environmental risks dalam industri pertambangan
Market Performance & Valuation Metrics
Current Trading Metrics:
- Market Cap: Rp60.967 miliar (US$3.705 juta)
- 52-week range: Rp146 - Rp510
- YTD Performance: +24,3%
- 1-year Performance: +175,6%
- 3-month ADT: US$22,3 juta
Valuation Ratios (2025F):
- P/E: 82,5x
- P/B: 3,6x
- EV/EBITDA: 38,9x
- Projected Net Margin: 18,6%
- ROE: 4,5%
Kesimpulan: Peluang Investasi Jangka Panjang
UOB Kay Hian menegaskan bahwa meskipun BRMS menghadapi tantangan operasional jangka pendek terkait kualitas bijih, fundamental jangka panjang perusahaan tetap solid. Proyek tambang bawah tanah yang akan beroperasi pada 2027 diperkirakan akan menjadi game changer bagi profil earnings dan produksi perusahaan.
Dengan target harga Rp610 dan potensi upside 41,9%, BRMS menawarkan value proposition menarik bagi investor yang mencari eksposur pada sektor emas dengan growth catalyst yang jelas dan terukur.
Analisis ini didasarkan pada riset UOB Kay Hian per 1 Agustus 2025. Investor disarankan melakukan analisis independen sebelum mengambil keputusan investasi.