Saham Jawara

Portal analisis saham dan investasi terpercaya
Analisis Saham

Bank Central Asia (BBCA) Mempertahankan Pertumbuhan Solid di Semester I 2025

Admin 02 August 2025 193 views
Bank Central Asia (BBCA) Mempertahankan Pertumbuhan Solid di Semester I 2025
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) kembali menunjukkan kinerja keuangan yang impresif pada semester pertama 2025, dengan pertumbuhan laba bersih mencapai 8% secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi Rp29 triliun. Performa ini mendorong Phintraco Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi BUY dengan target harga Rp11.400, yang memberikan potensi kenaikan 36,12% dari harga saat ini.

Pendapatan Bunga Tumbuh Stabil

Pendapatan bunga BBCA mencatat pertumbuhan solid 7% YoY menjadi Rp49,4 triliun pada 6M25. Pertumbuhan ini sejalan dengan perkembangan Pendapatan Bunga Bersih (Net Interest Income/NII) yang naik 6,8% YoY atau 1,7% secara kuartalan (quarter-on-quarter/QoQ) menjadi Rp42,6 triliun.

Sementara itu, Pendapatan Non-Bunga juga menunjukkan pertumbuhan yang menggembirakan dengan kenaikan 10,6% YoY mencapai Rp13,7 triliun di semester pertama 2025.

Dana Pihak Ketiga dan Komposisi CASA

Dana Pihak Ketiga (Third Party Funds/TPF) BBCA tumbuh 5,7% YoY menjadi Rp1.190 triliun pada 6M25. Yang menarik, Current Account Saving Account (CASA) mengalami pertumbuhan lebih kencang sebesar 7,3% YoY mencapai Rp982 triliun.

Rasio CASA BBCA juga mengalami peningkatan signifikan sebesar 120 basis poin menjadi 83,4% di 6M25. Komposisi CASA yang tinggi ini menunjukkan kemampuan bank dalam menghimpun dana murah, yang berdampak positif terhadap profitabilitas.

Pertumbuhan Kredit Melambat Namun Tetap Sehat

Meskipun masih positif, pertumbuhan kredit BBCA mengalami perlambatan menjadi 12,9% YoY, lebih rendah dibandingkan 15,5% YoY pada periode yang sama tahun lalu (6M24).

Berdasarkan segmentasi:

  • Kredit Korporasi: Tumbuh 16,1% YoY dan berkontribusi 47% terhadap total kredit BBCA
  • Kredit Konsumer: Tumbuh 7,6% YoY dengan kontribusi 24% terhadap total kredit

Kualitas Aset Terjaga dengan Baik

BBCA berhasil mempertahankan kualitas asetnya dengan Non-Performing Loan (NPL) bruto yang stabil di level 2,2% (0 basis poin YoY) pada 6M25. Bahkan, Loan at Risk (LAR) mengalami perbaikan dengan penurunan 70 basis poin menjadi 5,7% di semester pertama 2025.

Namun perlu dicatat, NPL Coverage Ratio mengalami penurunan 23% YoY menjadi 167,2% di 6M25, meskipun masih berada di level yang memadai.

Antisipasi Risiko Kredit

Sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan memburuknya kualitas aset, terutama dari segmen konsumer, BBCA meningkatkan biaya penyisihan sebesar 43,4% YoY menjadi Rp2 triliun pada 6M25. Langkah proaktif ini menunjukkan kehati-hatian manajemen dalam mengelola risiko kredit.

Di sisi lain, beban bunga meningkat 8,7% YoY menjadi Rp6,7 triliun, sejalan dengan kenaikan suku bunga dan pertumbuhan dana pihak ketiga.

Indikator Keuangan Utama

Beberapa rasio keuangan kunci BBCA menunjukkan performa yang solid:

  • Net Interest Margin (NIM): 5,8% (naik 10 basis poin YoY)
  • Return on Equity (ROE): 25,2% (naik 40 basis poin YoY)
  • Loan to Deposit Ratio (LDR): 78,0% (naik 530 basis poin YoY)
  • Capital Adequacy Ratio (CAR): 28,4% (naik 60 basis poin YoY)

Proyeksi dan Rekomendasi

Dengan kinerja yang relatif solid dan hubungan pelanggan yang kuat, BBCA diproyeksikan mampu mencatat pertumbuhan pendapatan sekitar 10% YoY dan laba bersih Rp57,5 triliun pada 2025.

Berdasarkan harga saham saat ini dan performa keuangan yang konsisten, Phintraco Sekuritas mempertahankan rating BUY untuk BBCA dengan nilai wajar Rp11.400, yang memberikan potensi kenaikan 36,12% dari update perusahaan sebelumnya.

Kesimpulan

BBCA kembali membuktikan kemampuannya dalam menghadapi tantangan ekonomi dengan pertumbuhan laba yang konsisten dan manajemen risiko yang prudent. Meskipun pertumbuhan kredit melambat dan biaya penyisihan meningkat, fundamental bank tetap kuat dengan dukungan CASA ratio yang tinggi dan kualitas aset yang terjaga baik.


Analisis ini didasarkan pada laporan Phintraco Sekuritas tertanggal 31 Juli 2025. Investasi pada instrumen keuangan mengandung risiko. Pastikan untuk melakukan riset mendalam dan konsultasi dengan penasihat keuangan sebelum mengambil keputusan investasi.

 
Bagikan Artikel