Saham Jawara

Portal analisis saham dan investasi terpercaya
Analisis Saham

Prospek Saham SIDO Dari CGS Sekuritas, Bagajmana Valuasinya ?

Admin 03 September 2025 300 views
Prospek Saham SIDO Dari CGS Sekuritas, Bagajmana Valuasinya ?
PT Sido Muncul Tbk (SIDO), perusahaan jamu dan farmasi terkemuka di Indonesia, saat ini menghadapi periode transisi dengan berbagai tantangan dan peluang. Dengan posisi sebagai pemimpin pasar dengan pangsa pasar 73% untuk produk herbal, perusahaan ini tetap mempertahankan posisi dominannya meskipun menghadapi tekanan dari kondisi ekonomi makro dan persaingan yang ketat

Kunjungan Pabrik: Efisiensi Operasional yang Mengesankan

Berdasarkan kunjungan langsung ke fasilitas produksi di Semarang, Jawa Tengah pada Agustus 2025, terungkap bahwa Sido Muncul telah mencapai tingkat otomatisasi yang tinggi dalam proses produksinya. Sebagian besar lini produksi hanya memerlukan 1-2 operator, sementara bagian pengemasan masih menggunakan tenaga kerja yang lebih intensif.

Kapasitas dan Utilisasi Produksi

 

- Kapasitas maksimum: 200 juta kemasan per bulan

- Kapasitas saat ini: 120 juta kemasan per bulan  

- Tingkat utilisasi 1H25: 50-60%

- Inovasi berkelanjutan: Pemanfaatan limbah produksi sebagai bahan bakar boiler, menciptakan efisiensi biaya dan ramah lingkungan

Kinerja Keuangan dan Outlook

Tren Penjualan Terkini

Meskipun menghadapi tantangan, pertumbuhan penjualan Juli 2025 masih menunjukkan performa yang solid dengan pertumbuhan 20% year-on-year, sejalan dengan kinerja Q2 2025. Namun, run rate penjualan 7 bulan pertama 2025 berada di level pertumbuhan single digit rendah.

Proyeksi Keuangan 2025

Manajemen memproyeksikan:

- Penurunan penjualan: 3% year-on-year

- Penurunan EPS: 9% year-on-year

- Peningkatan belanja A&P: Dari 8% di 1H25 menjadi maksimal 12% untuk mendukung peluncuran produk baru

Strategi Pertumbuhan dan Ekspansi

Inisiatif Pertumbuhan

1. Peluncuran produk baru di paruh kedua 2025

2. Ekspansi geografis ke negara-negara baru

3. Peningkatan investasi marketing untuk mendukung pertumbuhan

Keunggulan Kompetitif

- Dominasi pasar dengan pangsa pasar 73% di segmen herbal

- Strategi pricing yang tidak mengikuti pemotongan harga pesaing

- Stabilitas COGS berkat dominasi bahan baku domestik yang terlindung dari fluktuasi kurs

Tantangan dan Risiko

Tantangan Utama

1. Daya beli konsumen yang masih lemah

2. Intensitas persaingan yang meningkat

3. Tekanan margin dari peningkatan belanja promosi

Risiko Downside

- Perlambatan lebih lanjut dalam penjualan produk herbal

- Persaingan ketat untuk produk pencegah flu

- Dampak cuaca terhadap pola konsumsi

Valuasi dan Rekomendasi Investasi

Target Harga dan Valuasi

- Harga saat ini: Rp 545

- Target harga: Rp 510 (metode DCF)

- Potensi: -6.4%

- P/E ratio: 15.3x untuk FY25F

- Dividend yield: 6%

Rekomendasi: HOLD

 

Rekomendasi Hold didasarkan pada:

1. Kondisi makro yang masih challenging dengan daya beli lemah

2. Peningkatan belanja A&P yang akan menekan margin jangka pendek

3. Posisi fundamental yang tetap solid sebagai market leader

4. Potensi upside dari recovery penjualan dan perbaikan margin

Analisis Teknikal

Level Support dan Resistance

- Support 1: Rp 500

- Support 2: Rp 470

- Resistance 1: Rp 560  

- Resistance 2: Rp 590

Kesimpulan

Sido Muncul tetap mempertahankan posisi kuat sebagai pemimpin pasar jamu Indonesia dengan operasional yang efisien dan strategi yang tepat. Meskipun menghadapi tantangan jangka pendek dari kondisi ekonomi makro dan peningkatan belanja promosi, fundamental perusahaan tetap solid. 

Investor disarankan untuk mempertahankan posisi (Hold) sambil memantau perkembangan peluncuran produk baru dan recovery daya beli konsumen. Dividen yield 6% memberikan cushion yang menarik bagi investor yang mencari pendapatan reguler.

Catalyst Positif yang Perlu Diperhatikan:

- Recovery penjualan dari dampak cuaca

- Sukses peluncuran produk baru

- Perbaikan margin operasional

- Ekspansi internasional yang berhasil

 

*Artikel ini disusun berdasarkan laporan riset CGS International Securities dated 26 Agustus 2025. Investor disarankan melakukan analisis mandiri dan berkonsultasi dengan advisor keuangan sebelum membuat keputusan investasi.*

Bagikan Artikel