Saham Jawara

Portal analisis saham dan investasi terpercaya
Analisis Saham

Hasil LK Saham BBNI Q2 2025 Rekomendasi HOLD

Admin 29 July 2025 260 views
Hasil LK Saham BBNI Q2 2025 Rekomendasi HOLD
Rekomendasi Analis Samuel Sekuritas mempertahankan rating HOLD dengan target harga IDR 4,500 (1,1x PBV), yang menunjukkan potensi upside 6,6% dari harga penutupan IDR 4,220. Rekomendasi ini mencerminkan tekanan margin yang berkelanjutan dan lanskap pendanaan yang kompetitif.

Berdasarkan laporan keuangan BBNI kuartal 2 tahun 2025, berikut adalah ringkasan utama:

Kinerja Keuangan Q2 2025

Laba Bersih: BBNI mencatat laba bersih sebesar IDR 4,7 triliun, turun 12,4% secara kuartalan dan 12,1% secara tahunan.

Hasil ini sedikit di bawah perkiraan analis dan konsensus (~45,7% dari estimasi FY25).

Net Interest Margin (NIM): Mengalami tekanan dengan turun menjadi 3,7% (-20bps QoQ, -30bps YoY), disebabkan oleh:

Kenaikan cost of funds ke 2,81% (+6bps QoQ) akibat penguatan likuiditas proaktifPenurunan loan yield ke 7,3% (-10bps QoQ)

Pertumbuhan Bisnis

Pertumbuhan Kredit: Melambat menjadi +7,1% YoY, didukung oleh:Segmen korporat (+10,4% YoY)UKM non-KUR (+9,2% YoY)

Dana Pihak Ketiga: CASA deposits mengalami lonjakan +18,7% YoY berkat traksi kuat dari platform digital "Wondr" dan "BNI Direct", menyebabkan LDR turun ke 86,2% (vs 93,1% di Q1 2025).

Kualitas Aset

NPL: Tetap stabil di 1,9% dengan LAR di 11% (vs 12,3% di Q2 2024). Credit cost tetap flat di 1,0%, menunjukkan manajemen risiko yang baik.

Strategi Ke Depan

BBNI fokus pada:Ekspansi segmen UKM dengan penguatan infrastrukturPercepatan pertumbuhan CASA transaksional melalui platform digitalPeningkatan kemampuan untuk memanfaatkan ekosistem klien korporat dan pemerintah

Revisi Guidance 2025NIM: Dipotong menjadi ≥3,8% (dari sebelumnya 4,0-4,2%)Pertumbuhan Kredit: Tetap di 8-10%Cost of Credit: Tidak berubah di ~1%

Rekomendasi AnalisSamuel Sekuritas mempertahankan rating HOLD dengan target harga IDR 4,500 (1,1x PBV), yang menunjukkan potensi upside 6,6% dari harga penutupan IDR 4,220. Rekomendasi ini mencerminkan tekanan margin yang berkelanjutan dan lanskap pendanaan yang kompetitif.Risiko Upside: Akumulasi CASA yang dipercepat dan kinerja yang lebih kuat dari segmen UKM dan menengah.Risiko Downside: Cost of funds yang tinggi berkepanjangan, deteriorasi kualitas aset kredit konsumer, dan headwind makroekonomi.

Bagikan Artikel