Saham Jawara

Portal analisis saham dan investasi terpercaya
Analisis Saham

Begini Rekomendasi Saham RAJA dari HP Sekuritas

Admin 12 September 2025 406 views
Begini Rekomendasi Saham RAJA dari HP Sekuritas
PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) muncul sebagai salahbsatu pemain energi terintegrasi terbesar di Indonesia yang layak mendapatkan perhatian investor. HP Sekuritas baru saja menginisiasi coverage untuk Saham ini dengan rekomendasi BUY.

RAJA: Kekuatan Energi Terintegrasi Indonesia dengan Proyeksi Upside 57%

PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) muncul sebagai salah satu pemain energi terintegrasi terbesar di Indonesia yang layak mendapat perhatian investor. HP Sekuritas baru saja menginisiasi coverage untuk saham ini dengan rekomendasi BUY dan target price IDR 4.220, menunjukkan potensi upside sebesar 57,46% dari harga saat ini di IDR 2.680.

Model Bisnis Terintegrasi yang Kokoh

RAJA beroperasi dengan model bisnis yang sangat terintegrasi, mencakup seluruh rantai nilai energi mulai dari upstream hingga downstream. Di segmen upstream, perusahaan memiliki kepemilikan non-operasional di blok produksi minyak dan gas, termasuk 2,24% participating interest di Cepu Block dan 8% di Jabung Block melalui anak perusahaan RATU yang telah go public pada Januari 2025.

Kekuatan utama RAJA terletak pada segmen midstream-nya yang mencakup infrastruktur transportasi gas dengan kapasitas 65 MMscfd, jaringan pipa sepanjang 360 km untuk minyak dan 245 km untuk gas, serta fasilitas kompresi gas berkapasitas 60 MMscfd. Di segmen downstream, RAJA berdiri sebagai perusahaan perdagangan gas swasta pertama dan terbesar di Indonesia, melayani klien-klien besar seperti Pertamina dan Medco.

Performa Keuangan yang Stabil

Hasil keuangan semester pertama 2025 menunjukkan kinerja yang solid dengan pertumbuhan revenue 3,3% year-on-year mencapai USD 127,6 juta. Gross profit juga tumbuh 4,8% YoY, mengindikasikan ketahanan margin di tengah tantangan pasar. Meskipun operating profit dan net profit mengalami sedikit penurunan masing-masing 2,7% dan 4,2% YoY karena peningkatan biaya operasional, secara keseluruhan performa masih sejalan dengan proyeksi full year 2025.

Yang menarik adalah konsistensi pembayaran dividen perusahaan. Untuk tahun 2024, RAJA membagikan dividen IDR 60 per saham dengan payout ratio 60%, menunjukkan komitmen manajemen terhadap shareholder returns sambil tetap menjaga disiplin modal untuk pertumbuhan.

Ekspansi Strategis Melalui Akuisisi

Langkah strategis terbaru RAJA adalah akuisisi 49% saham PT Hafar Daya Konstruksi (HDK) dan PT Hafar Daya Samudera (HDS) dalam kemitraan dengan PT Petrosea Tbk (PTRO) yang memegang 51% sisanya. Akuisisi ini memperkuat posisi RAJA di infrastruktur energi midstream Indonesia, khususnya dalam layanan EPCI (engineering, procurement, construction, and installation) offshore dan logistik maritim.

Kemitraan dengan PTRO ini membuka akses kepada proyek-proyek minyak dan gas lepas pantai berskala besar sambil menciptakan sinergi operasional dengan anak perusahaan yang sudah ada. Hal ini sejalan dengan roadmap jangka panjang RAJA untuk memperluas kapabilitas midstream dan meningkatkan kontrol terhadap eksekusi proyek di sepanjang rantai nilai energi.

Kontrak Jangka Panjang Sebagai Fondasi Stabilitas

Salah satu keunggulan kompetitif RAJA adalah basis revenue yang sangat kontraktual dengan perjanjian jangka panjang berdurasi 10-30 tahun bersama partner terpercaya. Kontrak-kontrak kunci meliputi perjanjian dengan PetroChina untuk blok produksi Jabung (20 tahun dengan sisa 19 tahun), Pertagas untuk operasi pipa minyak (20 tahun dengan sisa 17 tahun), dan ExxonMobil untuk blok Cepu (30 tahun dengan sisa 11 tahun).

Struktur kontraktual ini memberikan RAJA aliran kas yang stabil dan dapat diprediksi sambil mengurangi eksposur terhadap volatilitas harga komoditas. Diversifikasi klien yang mencakup perusahaan multinasional dan konglomerat domestik seperti Sinarmas Group semakin memperkuat posisi ini.

Positioning di Transisi Energi Indonesia

RAJA memposisikan diri secara strategis dalam transisi energi Indonesia yang ambisius. RUPTL 2025-2034 menargetkan penambahan kapasitas pembangkit 70 GW dengan 72% berasal dari energi terbarukan. Gas alam diposisikan sebagai energi transisi yang lebih bersih dibanding batubara dan krusial untuk stabilitas grid yang didominasi renewable energy.

Perusahaan secara proaktif berinvestasi dalam inisiatif energi bersih melalui proyek-proyek seperti pabrik petrokimia blue ammonia, fasilitas regasifikasi LNG, dan proyek tenaga surya fotovoltaik. Inisiatif-inisiatif ini tidak hanya memberikan peluang pertumbuhan baru tetapi juga berfungsi sebagai hedge terhadap menurunnya ketergantungan pada bahan bakar fosil tradisional.

Valuasi dan Risiko Investasi

Dengan target price IDR 4.220, HP Sekuritas menerapkan metode Discounted Cash Flow dengan WACC 11,64% dan terminal growth rate 3,0%. Valuasi ini mencerminkan FY25F EV/EBITDA 15,22x dan P/E 42,55x, dengan alpha 52,10% versus benchmark.

Namun investor perlu mempertimbangkan beberapa risiko utama. Risiko regulasi menjadi concern utama mengingat RAJA rentan terhadap intervensi pemerintah seperti penetapan price cap gas dan perubahan kebijakan subsidi yang dapat menekan margin. Risiko pasokan juga perlu diperhatikan karena performa perusahaan bergantung pada konsistensi pasokan gas dan volume lifting yang secara natural mengalami decline. Volatilitas harga minyak mentah dan gas alam juga dapat berdampak pada revenue dan profitabilitas.

Kesimpulan

RAJA menawarkan proposisi investasi yang menarik sebagai pure play integrated energy company di Indonesia dengan exposure yang seimbang terhadap traditional energy dan energy transition themes. Kombinasi kontrak jangka panjang, ekspansi strategis, dan posisi di transisi energi memberikan fundamental yang solid untuk pertumbuhan jangka panjang. Meskipun terdapat risiko regulasi dan komoditas, track record manajemen yang solid dan model bisnis terintegrasi memberikan mitigasi risiko yang memadai.

 

Bagi investor yang mencari exposure terhadap sektor energi Indonesia dengan potensi upside yang signifikan, RAJA layak dipertimbangkan sebagai bagian dari portofolio dengan horison investasi jangka menengah hingga panjang.

Bagikan Artikel