Berdasarkan laporan keuangan AKR Corporindo (AKRA) untuk semester I tahun 2025, berikut adalah ringkasan utama:
Kinerja Keuangan Semester I 2025
Laba Bersih: AKRA mencatatkan laba bersih sebesar IDR 1,180 miliar, naik 18% YoY, mencapai rekor tertinggi untuk semester pertama.
Pendapatan: Total pendapatan mencapai IDR 21,418 miliar (+15% YoY), didorong oleh pertumbuhan volume yang kuat dan perbaikan komposisi klien.
EBITDA: Meningkat 27% menjadi IDR 1,767 miliar, mencerminkan kekuatan operasional dan efisiensi arus kas.
Laba Kotor: Naik 23% menjadi IDR 1,952 miliar, dengan kontribusi Trading & Distribution sebesar IDR 1,444 miliar (+29%).
Kinerja Per SegmenTrading & Distribution
Laba kotor IDR 1,444 miliar (+29% YoY)
Didorong oleh volume B2B petroleum yang lebih tinggi dan ekspansi ritel melalui jaringan bp-AKR
Jaringan bp-AKR mencapai 70 stasiun pada Juli 2025
Industrial Estate (JIIPE)
Pendapatan Penjualan Lahan: IDR 537 miliar (+6% YoY) dari klien sektor pupuk, kimia, dan daur ulang alumina
Pendapatan Utilitas: Melonjak 317% menjadi IDR 311 miliar karena tenant utama mulai beroperasi Diharapkan mendorong pendapatan berulang seiring ekspansi aktivitas tenant di semester II 2025
Posisi Keuangan yang Kuat
Neraca per 30 Juni 2025:
Total Aset: IDR 31,8 triliunEkuitas: IDR 14,98 triliun
Kas: IDR 4,045 triliun
Net Gearing: 0,06x (sangat rendah)
Debt-to-Equity Ratio: 0,3xCash Conversion Cycle: 5 hari
Rasio Keuangan Utama
ROE: 20,1% (vs 19,2% periode sebelumnya)
ROA: 7,4% (vs 6,7% periode sebelumnya)
Gross Margin: 9,1% (vs 8,5% periode sebelumnya)
Operating Margin: 6,9% (vs 6,2% periode sebelumnya)
EBITDA Margin: 8,2% (vs 7,6% periode sebelumnya)
Dividen Interim
Direksi menyetujui pembayaran dividen interim sebesar IDR 50 per saham, total IDR 990 miliar, yang merupakan 84% dari laba bersih semester I 2025. Dividen akan dibayarkan pada 19 Agustus 2025.
Outlook 2025AKRA mempertahankan panduan laba tahunan IDR 2,400-2,600 miliar, didukung oleh:
Pertumbuhan berkelanjutan dalam volume trading, terutama dari sektor pertambangan
Target penjualan lahan 80-100 hektare di JIIPE
Pertumbuhan utilitas dan pendapatan berulang
Ekspansi stasiun ritel bp-AKR di seluruh Indonesia
Komitmen ESGAKRA mempertahankan profil ESG yang kuat dengan pengakuan:
ASEAN Asset Class Public Listed Company (ACGS 2025)MSCI ESG Rating: 'A' (Juni 2025)Sustainalytics Risk Score: 20,9 (Medium Risk, Juli 2025)
Strategi Utama: Fokus pada JIIPE sebagai kawasan industri terintegrasi kelas dunia yang mendukung visi pemerintah Indonesia untuk meningkatkan aktivitas manufaktur dan menarik investasi asing langsung (FDI) melalui pemrosesan hilir mineral.