## Profil Perusahaan
**Kode Saham:** PGAS (IDX) / PGAS.JK (Reuters)
**Harga Saham:** Rp1,725
**Target Harga:** Rp1,575
**Market Cap:** US$2,567 juta
**Kepemilikan Pertamina:** 57%
**Free Float:** 43%
## Kunjungan Lapangan: FSRU Jawa Barat
Pada tanggal 20 Agustus 2025, tim analis melakukan kunjungan ke Floating Storage Regasification Unit (FSRU) Jawa Barat yang berlokasi di Teluk Jakarta. Fasilitas strategis ini dimiliki oleh Nusantara Regas, dimana PGAS memiliki 40% kepemilikan saham, sementara sisanya dimiliki oleh Pertamina sebagai perusahaan induk.
### Operasi FSRU Jawa Barat
FSRU ini telah beroperasi sejak tahun 2012 dan memainkan peran vital dalam penyediaan energi bersih untuk Jakarta. Fasilitas ini memproses LNG menjadi Compressed Natural Gas (CNG) yang kemudian disalurkan ke Onshore Receiving Facility (ORF) di Muara Karang melalui pipa transmisi bawah laut sepanjang 13 kilometer.
**Kinerja Operasional 2024:**
- 40 kargo LNG diterima
- Total volume: 89,5 juta mmbtu (setara 245 mmscfd)
- Sumber utama: Blok Tangguh dan Mahakam melalui kontrak jangka panjang
### Dampak Terhadap Pasokan Listrik Jakarta
Nusantara Regas sebagian besar menjual gasnya kepada PLN (Perusahaan Listrik Negara) untuk mengoperasikan tiga pembangkit listrik tenaga gas:
- Tanjung Priok
- Muara Karang
- Muara Tawar
Ketiga pembangkit ini secara kolektif menghasilkan 60-70% dari kebutuhan listrik Jakarta, menunjukkan peran krusial PGAS dalam infrastruktur energi nasional.
## Strategi Transformasi LNG
### Tantangan Pasokan Blok Koridor
Dengan menurunnya pasokan dari blok Koridor yang diproyeksikan turun dari sekitar 400 mmscfd pada 2024 menjadi 270-300 mmscfd pada 2025, PGAS menghadapi tantangan signifikan dalam mempertahankan volume distribusi gas.
### Peningkatan Ketergantungan LNG
Dalam analyst call kuartal pertama 2025, manajemen PGAS mengumumkan bahwa sekitar 20% dari pasokan distribusi gas pada tahun 2025 akan dipenuhi menggunakan LNG, meningkat tajam dari hanya 7% pada tahun 2024.
### Portfolio Fasilitas Regasifikasi
PGAS saat ini mengoperasikan tiga fasilitas regasifikasi gas:
1. **FSRU Jawa Barat** - Kepemilikan 40% melalui Nusantara Regas
2. **FSRU Lampung** - Kepemilikan 99%
3. **Regasifikasi LNG Arun** - Kepemilikan 51%
Untuk pasar Jawa Barat yang strategis, perusahaan berencana meningkatkan utilisasi FSRU Lampung sebagai bagian dari strategi diversifikasi pasokan.
## Fokus Pelanggan dan Strategi Harga
Berdasarkan feedback terbaru dari pelanggan, dua isu utama yang menjadi perhatian adalah:
- **Stabilitas pasokan gas jangka panjang**
- **Keterjangkauan harga**
Manajemen PGAS berkomitmen untuk mempertimbangkan keterjangkauan bagi pengguna akhir dalam penetapan harga, sambil berupaya menjadi agregator gas terkemuka di Indonesia untuk mengamankan alokasi LNG domestik.
## Analisis Finansial dan Valuasi
### Target Harga dan Metodologi
Target harga Rp1,575 didasarkan pada metode Discounted Cash Flow (DCF) dengan parameter:
- **WACC:** 11,7%
- **Long-term Growth:** 1%
### Asumsi Spread Distribusi Gas
Harga saham saat ini mengimplikasikan spread distribusi gas sebesar US$1,9-2,0 per mmbtu, yang dinilai terlalu optimis dibandingkan asumsi analis sebesar US$1,8 per mmbtu.
### Proyeksi Dividen
Meskipun menghadapi tantangan operasional, posisi free cash flow yang kuat memungkinkan PGAS mempertahankan pembayaran dividen yang solid dengan yield proyeksi 8,2-8,4% untuk periode 2025-2027.
## Analisis Risiko
### Downside Risks
- Provisi tambahan untuk kontrak LNG
- Pasokan lebih rendah dari ekspektasi dari blok Corridor
- Volume lifting hulu lebih rendah dari perkiraan dari blok Pangkah
### Upside Risks
- Pembayaran dividen yang lebih tinggi dari proyeksi
- Permintaan distribusi gas yang lebih baik dari ekspektasi dari sektor industri di Jawa
## Outlook dan Rekomendasi
### Rating: HOLD
Rekomendasi HOLD dipertahankan mengingat potensi re-rating yang terbatas dalam jangka pendek. Namun, fundamental jangka panjang perusahaan tetap solid dengan beberapa faktor pendukung:
1. **Posisi strategis** dalam infrastruktur energi nasional
2. **Diversifikasi portofolio** melalui fasilitas regasifikasi
3. **Cash flow yang stabil** untuk mendukung dividen berkelanjutan
4. **Transformasi menuju LNG** sebagai respons terhadap dinamika pasokan
### Prospek Jangka Panjang
Transformasi PGAS menuju pemanfaatan LNG yang lebih intensif mencerminkan adaptasi strategis terhadap perubahan lanskap energi Indonesia. Dengan posisi sebagai pemain utama dalam distribusi gas dan infrastruktur regasifikasi yang memadai, PGAS well-positioned untuk menghadapi tantangan energi masa depan.
## Analisis Teknikal
**Support Levels:**
- Support 1: Rp1,625
- Support 2: Rp1,555
**Resistance Levels:**
- Resistance 1: Rp1,765
- Resistance 2: Rp1,835
## Kesimpulan
PGAS berada pada titik transformasi penting dalam sejarah perusahaan, dengan shift strategis menuju LNG sebagai respons terhadap dinamika pasokan domestik. Meskipun menghadapi tantangan jangka pendek terkait margin dan pasokan, posisi fundamental yang kuat dan peran vital dalam ekosistem energi nasional memberikan pondasi solid untuk pertumbuhan jangka panjang.
Investor disarankan untuk mempertimbangkan PGAS sebagai play defensif dengan yield dividen yang menarik, sambil mengawasi perkembangan implementasi strategi LNG dan dampaknya terhadap profitabilitas perusahaan.
---
*Artikel ini disusun berdasarkan riset CGS International tertanggal 22 Agustus 2025. Informasi ini tidak merupakan rekomendasi investasi dan investor disarankan melakukan analisis independen sebelum mengambil keputusan investasi.*